Bagaimana Bila Upin Ipin Adalah Kartun Animasi Buatan Indonesia? .
Siapa yang tidak tahu Upin Ipin? Nenek-nenek yang lagi minum teh di beranda rumahnya di Belgia aja tahu.
Apalagi sekadar alien dari Mars, pasti tahu.
Pembuka macam apa itu? Sampah!
Malam ini, berbekal baterai handphone 19%, nyamuk-nyamuk yang menggorogoti, dan daya khayal tinggi, saya memutuskan untuk berandai-andai Upin Ipin itu buatan Indonesia, bagaimana jadinya?
Ingat! Saya tidak mencoba menjelek-jelekkan saya sendiri. Namun, memang beginilah adanya, menurut imajinasi dan keusilan saya.
Mari mulai!
Upin Ipin pasti akan jadi animasi dengan 'rating' R&BO.
Mengapa? Karena konflik-konfliknya pasti akan beda.
Upin Upin yang kedua orangtuanya meninggal dan hidup bersama Opa dan Kak Ros, bila di kita akan ada tambahan peran suami dari Opa. Anggap saja Tuk Fulan.
Tetangga mereka, Tuk Dalang, yang merupakan teman masa kecil Opa, pasti tidak akan dekat hubungannya dengan keluarga Upin Ipin.
Karena apa? Karena Tuk Fulan, Opa, dan Tuk Dalang punya sejarah cinta pada masa remaja. Tuk Dalang menyukai Opa, lalu tetiba disalip oleh Tuk Fulan.
Terjadilah perang dingin sejak saat itu. Jadilah hubungan di antara kedua keluarga tidak akur. Upin Ipin tidak akan datang ke rumah Tuk Dalang saat Hari Raya, itu semua doktrin dari Opa dan Tuk Fulan.
Lalu, konflik makin panas ketika Kak Ros 'kesengsem' sama cucu Tuk Dalang yang baru pulang dari rantau. Badrun namanya.
Wah, ini pasti akan jadi viral di mana-mana. Akan ada hestek,#SaveCintaBadrunRos #CintaBersemiDiUpinIpin.
Selain hestek, akan banyak anak-anak yang tulis status gini, "Kasihan Kak Ros.
ðŸ˜
ðŸ˜
ðŸ˜"
Selain konflik yang berbelit, Upin Ipin bakal punya jam tayang 3 sampai 4 jam tanpa jeda iklan. Wuuhhh! Bakal banyak banget yang nonton itu.
Upin Ipin juga pasti bakal membuat 'settingan' antara beberapa pengisi suaranya.
Suatu hari, kedekatan pengisi suara Kak Ros dan Tuk Dalang tertangkap kamera sedang makan di kafe.
Wuuhhh! Pasti bakal dibahas di gosip-gosip.
Ini seru memang, tapi tidak usah dilanjutkan.
😂
😂
😂
😂
😂
Apalagi sekadar alien dari Mars, pasti tahu.
Pembuka macam apa itu? Sampah!
Malam ini, berbekal baterai handphone 19%, nyamuk-nyamuk yang menggorogoti, dan daya khayal tinggi, saya memutuskan untuk berandai-andai Upin Ipin itu buatan Indonesia, bagaimana jadinya?
Ingat! Saya tidak mencoba menjelek-jelekkan saya sendiri. Namun, memang beginilah adanya, menurut imajinasi dan keusilan saya.
Mari mulai!
Upin Ipin pasti akan jadi animasi dengan 'rating' R&BO.
Mengapa? Karena konflik-konfliknya pasti akan beda.
Upin Upin yang kedua orangtuanya meninggal dan hidup bersama Opa dan Kak Ros, bila di kita akan ada tambahan peran suami dari Opa. Anggap saja Tuk Fulan.
Tetangga mereka, Tuk Dalang, yang merupakan teman masa kecil Opa, pasti tidak akan dekat hubungannya dengan keluarga Upin Ipin.
Karena apa? Karena Tuk Fulan, Opa, dan Tuk Dalang punya sejarah cinta pada masa remaja. Tuk Dalang menyukai Opa, lalu tetiba disalip oleh Tuk Fulan.
Terjadilah perang dingin sejak saat itu. Jadilah hubungan di antara kedua keluarga tidak akur. Upin Ipin tidak akan datang ke rumah Tuk Dalang saat Hari Raya, itu semua doktrin dari Opa dan Tuk Fulan.
Lalu, konflik makin panas ketika Kak Ros 'kesengsem' sama cucu Tuk Dalang yang baru pulang dari rantau. Badrun namanya.
Wah, ini pasti akan jadi viral di mana-mana. Akan ada hestek,#SaveCintaBadrunRos #CintaBersemiDiUpinIpin.
Selain hestek, akan banyak anak-anak yang tulis status gini, "Kasihan Kak Ros.
Selain konflik yang berbelit, Upin Ipin bakal punya jam tayang 3 sampai 4 jam tanpa jeda iklan. Wuuhhh! Bakal banyak banget yang nonton itu.
Upin Ipin juga pasti bakal membuat 'settingan' antara beberapa pengisi suaranya.
Suatu hari, kedekatan pengisi suara Kak Ros dan Tuk Dalang tertangkap kamera sedang makan di kafe.
Wuuhhh! Pasti bakal dibahas di gosip-gosip.
Ini seru memang, tapi tidak usah dilanjutkan.
Komentar
Posting Komentar