Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lucu

Bagaimana Bila Upin Ipin Adalah Kartun Animasi Buatan Indonesia? .

Gambar
Siapa yang tidak tahu Upin Ipin? Nenek-nenek yang lagi minum teh di beranda rumahnya di Belgia aja tahu. Apalagi sekadar alien dari Mars, pasti tahu. Pembuka macam apa itu? Sampah! Malam ini, berbekal baterai handphone 19%, nyamuk-nyamuk yang menggorogoti, dan daya khayal tinggi, saya memutuskan untuk berandai-andai Upin Ipin itu buatan Indonesia, bagaimana jadinya? Ingat! Saya tidak mencoba menjelek-jelekkan saya sendiri. Namun, memang beginilah adanya, menurut imajinasi dan keusilan saya. Mari mulai! Upin Ipin pasti akan jadi animasi dengan 'rating' R&BO. Mengapa? Karena konflik-konfliknya pasti akan beda. Upin Upin yang kedua orangtuanya meninggal dan hidup bersama Opa dan Kak Ros, bila di kita akan ada tambahan peran suami dari Opa. Anggap saja Tuk Fulan. Tetangga mereka, Tuk Dalang, yang merupakan teman masa kecil Opa, pasti tidak akan dekat hubungannya dengan keluarga Upin Ipin. Karena apa? Karena Tuk Fulan, Opa, dan Tuk Dalang punya sejarah cinta pada masa remaja. ...

Lebaran dan Putri Salju. .

Tentu saja, ini bukan kisah dongeng Putri Salju yang makan nastar di hari lebaran. Jadi aneh kalau Putri Saljunya pakai kopyah, sarung cap kangguru sikap lilin. Saya mau cerita soal kue lebaran. Kue lebaran sekarang ada ekstraknya. Kabar bahagia, bukan? Kue lebaran kesukaan saya itu ya kue putri salju. Kalau saya sih dari dulu bilangnya kue salju. Salju. Bukan singkatang Salak Jumbo. Oh iya, sebelum saya lanjut cerita tak penting ini, saya sebaiknya menyapa semuanya dulu. Selamat pagi! Selamat lebaran! Selamat makan nastar, ketupat, dan teman-teman! Oke, mari kita lanjut cerita yang tak penting tadi. Kenapa saya suka kue putrinya salju, eh, saljunya putri, eh, salju putrinya, ahhh... putri salju? Coba jawab! "Karena waktu dimakan kuenya gak ngelawan?" Ya memang, kalau ngelawan itu petarung UFC. Yang lain? "Karena kulit manggis ada ekstraknya." Next! "Karena aku sayang kamu dan nastarmu" . Next! "Karena kuah lontong yang menggoda iman?" Lanjut. Ud...

Angkot; Pembelajaran Kehidupan

Gambar
Ada banyak alasan kenapa kita kemana-mana naik angkot. Pertama, karena emang maunya gitu. Kedua, karena kita mau nyalonin jadi caleg dan meraup suara dengan naik angkot kemana-mana. "Wah, si Pak Fulan itu, orang kaya, tapi semalam saya satu angkot sama si Bapak. Sederhana ya." "Goblok. Itu mobilnya mogok semalam." Sebenarnya, ini bukanlah pembukaan yang baik, tapi mau gimana lagi? Saya sanggupnya segitu. Saya mau cerita soal angkot, ada yang tau angkot? Atau ada yang gak tau? Angkot itu yang kalau jemuran udah kering diangkot.  "Angkat!" Maafkan keanehan lelucuan saya di atas. Jangan emosi. Masih puasa. Nanti kalau udah buka, baru boleh....  "Boleh marah?" Boleh makan minum, marahnya jangan juga. "Boleh itu yang kalau Paman datang dari desa bawa boleh-boleh, kan?" Itu oleh-oleh. Diam dulu, ini nanti yang baca muntah. "Batal dong?" Batal itu yang kalau kita melakukan kesalahan. Kesalahan Batal. "It...

Puasanya Jabrik

Brik! Brik! Bangun lo! Siap buka kok tidur sih? Sana cuci piring!" "Apaan sih, Nyak? Ngantuk nih." "Elu sih kekenyangan itu. Makan apa aja lu tadi emangnya?" "Kolak pisangnya dikit, es kelapanya dikit, teh manisnya dikit, siropnya dikit, pastelnya dikit, risolnya dikit, pisangnya dikit, bubur jagungnya dikit, es cendolnya dikit, sama nasi doang pake ayam goreng dua." "E buseettt! Dikit dikit pala lo! Sana Maraton dulu lu biar ringan itu perut!" "Dikit, Nyak! Dikit. Serius deh. Lagian, perut dikata ringan, dipikir kapas kali." "Serah lo, Brik. Enyak mau makan dulu. Makan Enyak dikit kok! Dikiiiittt banget!"

Malam MInggu Ngerujak

"Brik, malam minggu semalam lu kemana? Kok gak keliatan di tongkrongan?" "Ngapel, Cup. Ke rumah cewek gue." "Gaya bener lu, Brik. Lu jomblo gitu kok ngapel, kedondong iya lu." "Yah elah, dikasih tahu gak mau. Pake bilang gue kedondong lagi. Cup, lu gak nyadar apa? Kalo gue kedondong, lu apaan? Mengkudu? Apa Salak busuk?" "Brik, lu gak usah ngeledekin gue! Kacang ijo kaga laku lu!" "Kan elo yang mulai duluan. Ketan basi lu!" "Biji semangka lu!" "Nangka jatuh lu!" "Bengkuang busuk lu!" "Jambu Klutuk lu!" "Buat rujak yok! Bosen gue."