Recehan, Menurut Siapa?

Sulit sekali mengartikan recehan. Setahu saya, selama ini recehan itu ada ukurannya, jelas. 100 rupiah, sampai 5.000 rupiah mungkin masih bisa dikatakan recehan. Terkadang, bahkan 5.000 rupiah bisa berarti 500.000 rupiah untuk saya dan keluarga-keluarga lain di Indonesia.

Lalu, sekarang saya dihadapkan pada recehan berpuluh atau bahkan beratus juta. Saya bingung. Kita mesti menilai recehan dari segi orang kaya atau dari segi mananya? 

Bukankah ketika ada banyak maling di lingkungan kita, setiap hari terjadi lima sampai sepuluh kasus, kita harusnya menghargai setiap tangkapan hansip? Masak ya kita bisa marahin atau malah ngejelekin hansipnya karena cuma bisa nangkap yang maling ayam? 

"Ah, hansipnya gak bagus nih. Tangkap kok yang maling ayam, yang maling mobil dong. Dasar, hansip pilih kasih!"

Serius. Saya bingung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#ReviewUsil Sok Suci by Fisabilillah Production

Ani Mencarimu

Sulap; Perjuangan Berkesenian