#ReviewUsil 12 Menit Untuk Selamanya; Film Musikal Terbaik
Selain Drum Line, 12 Menit Untuk Selamanya adalah film bersegmen insan orkes baris. Kamu tidak salah baca, orkes baris. Itu bahasa Indonesia dari drum band.
Film yang bercerita tentang proses panjang latihan tim marching band di kalimantan timur untuk ajang lomba terbesar se-Indonesia ini amat multikonflik. Tentu saja, masalah datang dari manajemen tim itu sendiri, tiap anggotanya, dan hal-hal lain.
Pelatih yang baru datang, manajemen yang tidak kompak, anggota yang punya banyak masalah di rumah, menjadi konflik yang membuat kita, sebagai penonton, akan sering mengusap dagu. Dada maksudnya.
Film ini musikal sekali. Tentu saja tidak seperti La La Land, dan banyak film musikal lain yang kita kenal. Film ini, benar-benar memanjakan telinga kita dengan dentingan marimba, alunan trumpet, hentakan snare drum, dan tak lupa lenggak-lenggok pemain color guard.
Kualitas akting para pemainnya, juga tidak bisa dianggap enteng. Almarhum Didi Petet, Titi Rajo Bintang, dan aktor-aktor ibukota lain, ditambah pula anak-anak marching band yang ada di sana, berakting dengan sangat apik.
Film ini, secara sederhana dan komplit, dapat dikatakan sebagai film 'umat' marching band, dengan kualitas akting yang mumpuni, jalan cerita yang multikonflik, sekaligus film yang mesti ditonton setiap orangtua yang anaknya masuk marching band.
Jika suatu hari saya diminta merekomendasikan film musikal dari Indonesia, 12 Menit Untuk Selamanya adalah pilihan pertama.
Oh iya, saya lupa. Soal mengapa judulnya 12 Menit Untuk Selamanya? Itu karena, durasi penampilan tiap unit dalam lomba marching band selama 12 menit. Jadi, kamu siap latihan berbulan-bulan untuk 'sekadar' tampil 12 menit?
Mestinya, yang dipikirkan bukan itu, melainkan, apa kamu siap memberikan 12 menit dari hidupmu untuk menampilkan yang terbaik?
Komentar
Posting Komentar