Lebaran dan Putri Salju. .

Tentu saja, ini bukan kisah dongeng Putri Salju yang makan nastar di hari lebaran. Jadi aneh kalau Putri Saljunya pakai kopyah, sarung cap kangguru sikap lilin.

Saya mau cerita soal kue lebaran. Kue lebaran sekarang ada ekstraknya. Kabar bahagia, bukan?

Kue lebaran kesukaan saya itu ya kue putri salju. Kalau saya sih dari dulu bilangnya kue salju. Salju. Bukan singkatang Salak Jumbo.

Oh iya, sebelum saya lanjut cerita tak penting ini, saya sebaiknya menyapa semuanya dulu.

Selamat pagi! Selamat lebaran! Selamat makan nastar, ketupat, dan teman-teman!

Oke, mari kita lanjut cerita yang tak penting tadi.

Kenapa saya suka kue putrinya salju, eh, saljunya putri, eh, salju putrinya, ahhh... putri salju? Coba jawab!

"Karena waktu dimakan kuenya gak ngelawan?"

Ya memang, kalau ngelawan itu petarung UFC. Yang lain?

"Karena kulit manggis ada ekstraknya."

Next!

"Karena aku sayang kamu dan nastarmu"
.
Next!

"Karena kuah lontong yang menggoda iman?"

Lanjut. Udah pasien ke berapa ini?

"Karena salju yang dingin dapat melembutkan hati."

Terlalu filosofis..

"Karena eh karena berjudi itu haram."

Terlalu.

"Karena memang suka aja."

Itu dia! Karena saya memang suka. Jawaban yang sensasional, bukan?

Sudah. Ceritanya segitu aja. Lanjut makan lontong, gih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ani Mencarimu

Namaku Nandar

Sulap; Perjuangan Berkesenian